Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

By | February 20, 2013

Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin – Tulisan ini sebenernya didasari oleh pengalaman tes kerja di salah satu perusahaan swasta di Lampung. Jujur, baru kali ini dapet panggilan kerja dan soal tes yang dikasih yaitu Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin. Diesebut Tes Koran karena angka yang disajikan banyak dan dalam lembar kertas yang besar, kayak koran. Biasanya tes ini juga sering disebut Tes Hitungan Jenderal.  Tes Psikologi Pauli Krapelin dikembangkan pertama kali oleh seorang psikiater bernama Emil Kraepelin.

Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

Kraepelin pada mulanya menciptakan alat tes yang digunakan sebagai alat bantu untuk mendiagnosa gangguan otak yaitu alzheimer dan dementia. Selanjutnya, pada tahun 1938 Prof. Dr. Richard Pauli bersama Dr. Wilhelm Arnold dan Prof. Dr. Vanmethod memperbaharui tes Kraepelin sehingga dapat distandarisasikan dan dapat pula dipakai untuk mendapatkan data tentang kepribadian. Saat ini tes tersebut dikenal dengan istilah Tes Pauli-Kraepelin.

Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

Tes ini disajikan dengan angka yang berjejer dan mempunyai pola perhitungan yang berbeda di setiap kolom maupun barisnya. Pada dasarnya tes ini tidak menuntut kita untuk menyelesaikan semua lembar jawab secara tuntas. Tapi ini yan paling dilihat adalah ketelitian, ketahanan kerja, dan stabilitasnya. Adapun tujuan dari Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin, adalah :

1. Keuletan

Tujuan dari tes ini adalah untuk melihat keuletan seseorang dalam bekerja. Kemampuan seseorang dalam menyelesaikan masalah yang rumit dalam waktu yang cepat.

2. Kemauan

Tes ini menunjukan tingkat kemauan seseorang dalam bekerja dan dalam menyelesaikan pekerjaan yang telah menjadi tanggung jawab orang tersebut.

3. Tingkat Emosi

Tes ini mengukur tingkat emosi seseorang. Mengukur kemampuan dalam mengendalikan emosi dalam kondisi kerja yang rumit.

4. Penyesuaian Diri

Tes ini bisa digunakan untuk mengukur kemampuan seseorang dalam menyesuaikan diri dalam lingkungan yang baru.

Tips Mengerjakan Tes Hitungan Koran atau Tes Pauli Kraepelin :

1. Berdoa

Hal yang paling utama dalam segala hal adalah berdoa. Berdoa akan bisa membantu kita lebih tenang dalam mengerjakan semuanya. Jangan lupa juga minta tolong doain sama orangtua biar tes nya lancar. 😀

2. Konsentrasi

Dalam mengerjakan tes ini kita harus bener-bener konsentrasi penuh. Berhubung tes ini sangat menguras pikiran dan energi, usahakan jangan sampai blank dalam mengerjakan tes ini. Tes ini merupakan tes yang mengisikan angka satuan hasil dari setiap penjumlahan antara 2 angka di setiap kolom. Ada yang dari bawah dan dari atas, tergantung dengan kebijakan perusahaan. Apabila hasil jumlah dari 2 angka itu lebih dari 2 digit, maka yang ditulis adalah digit terkahir. Misal 5+5 = 10, maka yang ditulis adalah 0. Oleh karena itu, konsentrasi amat sangat dibutuhkan dalam mengerjakan tes ini agar tidak keliru.

3. Jumlah angka stabil

Usahakan jumlah angka dalam masing-masing kolom stabil. Berhubung mengerjakan soal ini diberi waktu yang sedikit. Jadi usahakan buat patokan jumlah angka yang harus dikerjakan, misalnya 12 perhitungan. Usahakan setiap kolom minimal 12 perhitungan agar tidak terjadi bentuk kurva yang zig-zag.

4. Cermat dan Teliti

Perhitungan dengan angka yang banyak kadangan bikin kita kebingungan. Usahakan jangan sampai ada angka yang terlewat di setiap kolom.

5. Kenyamanan

Usahakan cari posisi yang paling nyaman pada saat mengerjakan. Ini biasa merupakan kebijakan dari tim yang mengetes kita. Tapi biasanya kita akan diberikan keleluasaan dalam memilih posisi yang nyaman dalam mengerjakan Tes hitung atau tes kraepelin ini.

6. Persiapan

Persiapan yang matang juga sangat dibutuhkan dalam setiap tes. Baik Tes hitung koran, tes TPA, dan tes lainnya. Alat tulis jangan lupa untuk dipersiapkan dengan baik.

Menurut pengalaman aku, waktu yang dikasih dalam mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Kraepelin hanya 90 detik setiap kolomnya. Jadi kita mengerjakan satu kolom, setelah waktu habis kita disuruh pindah ke kolom lainnya. Jadi nggak ada waktu buat menyelesaikan kolom yang sebelumnya sampe selesai bener. Jumlah perhitungan dalam setiap kolom itu lumayan banyak, aku lupa berapa jumlahnya. Kayaknya jumlah angka nya tergantung kebijakan perusahaan masing-masing deh.

Mudah-mudahan tulisan yang didasari karena ketidaktahuan ini bisa sama-sama membantu untuk mengerjakan  Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin.

Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin



14 thoughts on “Tips Mengerjakan Tes Hitung Koran atau Tes Pauli Kraepelin

  1. Software Psikotes

    Untuk programnya silahkan bisa download software psikotes khususnya pauli dan kraepelin, Include : Stopwatch, Timer, Type latihan variatif, bisa diprint dalam bentuk tabel angka dan grafik. Disediakan dalam dua versi : TRIAL (Free Evaluates Limitted) dan FULL Versi (Premium Unlimitted). Silahkan bisa pilih sesuai kebutuhan anda. Thanks.

    Reply
  2. fachry

    Untuk Ade … mendingan Sok tau , dari pada Gak jelas kaya loe ..

    Reply
    1. Iqbal Parabi

      Sudah-sudah. Lebih baik latihan ngitung cepet aja. :) semua hasilnya nanti kembali pada proses latihan kita. Semakin banyak dan teratur setiap kolom yang kita hasilkan, maka semakin baik.

      Reply
  3. Letda

    Tes ini selalu keluar jika kita mau mendaftar TNI / polri., satu baris, berjumlah 50 angka. Jd kalo waktu yg di berikan 60 detik (1 menit) maka kita bisa mengerjakan 1 baris + 10 angka di sebelah nya. Itu kalo ngerjain nya sesuai detak jam., “TUK,TUK,TUK,TUK,..”

    Reply
  4. faiz

    bagus sekali artikelnya maz,, semoga mengispirasi orang yang mebeca. Amin

    Reply
  5. Dede Gemayuni

    Dear Mas Iqbal Parabi, Kebetulan saya berkecimpung di bidang psikologi nih… Mau komen gpp ya? 1) Sebenarnya nama test-nya bukan Tes Pauli Kraeplin, karena ada itu 2 test yang berbeda dengan tujuan yang kurang lebih sama. Ada test Pauli dan ada test Kraeplin 2) Hal2 yang diukur melalui kedua test ini sebenarnya bukan hanya 4 yang disebutkan oleh mas Iqbal saja, tapi ada beberapa hal lainnya, yang semuanya terkait dengan sikap kerja. 3) Untuk tips2nya, saya setuju sekali dengan apa yang mas Iqbal sampaikan. Kecuali yang no 3, yaitu jumlah angka stabil. Karena yang diinginkan adalah peserta mengeluarkan seluruh kemampuannya secara maksimal, bukan membuat patokan2 tertentu.

    Reply
  6. Iqbal Parabi

    Wahh…. Pengalamannya mantab. Bagus gaya penyampaiannya. terimakasih telah berkomentar. Salam.

    Reply
  7. dwietirta Post author

    bukan sok tau ini hanya berbagi pengalaman :). Kebetulan di tempat tes saya waktu itu hanya di kasih 90 detik per kolom. Kalo salah, mohon koreksi. Terima Kasih.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *