Posisi Tidur Bayi Yang Baik

Posisi Tidur Bayi Yang Baik – Bayi merupakan anugerah terindah yang diberikan kepada sepasang insan. Setiap orang tua harus mengetahui posisi tidur bayi yang baik agar sang buah hati dapat tumbuh dan berkembang dengan baik layaknya manusia normal. Bagaimana posisi tidur bayi yang baik menurut para ahli? Kali ini saya akan membahas tentang posisi-posisi tidur bayi yang baik untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti kepala peang, leher sakit dan bahkan menghindari kematian bayi secara mendadak atau lebih dikenal dengan istilah SIDS (Sudden Infant Death Syndrome atau sindrom kematian bayi secara mendadak).

Posisi Tidur Bayi Yang Baik

Posisi Tidur Bayi Yang Baik

Posisi Tidur Bayi Yang Baik

Terdapat tiga (3) posisi tidur bayi, yaitu telentang, tengkurap dan miring. Ternyata, posisi-posisi tersebut harus disesuaikan dengan kondisi bayi itu sendiri. Posisi tidur bayi yang baik adalah sesuai dengan kondisi bayi itu sendiri, orang tua jangan salah menempatkan posisi tidur bayi sehingga dapat menimbulkan resiko negatif jangka panjang. Yuk kita bahas posisi tidur bayi yang baik sesuai dengan kondisi bayi.

TENGKURAP.

Posisi ini masih diperdebatkan. Di satu pihak, secara statistik, SIDS (Sudden Infant Death Syndrome) atau sindroma meninggal mendadak, banyak terjadi pada bayi yang tidur tengkurap. Namun di lain pihak, ada literatur yang menyatakan bayi jadi lebih nyaman, tidur nyenyak, tangisnya berkurang, serta gerak pernapasan dan perkembangan motoriknya lebih baik. Mungkin karena dia merasa seperti dipeluk ibu atau hangat karena perut menempel ke kasur.

Dipilih jika: Ingin bayi tidur lelap, tetapi harus tetap diawasi. Usahakan mulut atau hidung bayi tidak tertutup sesuatu yang dapat menghalangi pernapasannya.

MIRING.

Miring ke kanan biasanya dipilih untuk bayi prematur, terutama yang minum memakai selang atau masih menggunakan alat bantu pernapasan. Tujuannya agar proses pengosongan lambung lebih mudah. Saat bayi hendak dibawa pulang pun, pihak rumah sakit kerap menganjurkan agar bayi sering ditidurkan dalam posisi miring guna mencegah gumoh lebih banyak. Kabar baiknya, gumoh tidak ada hubungannya dengan gangguan kesehatan serius.

Dipilih jika: Bayi sering gumoh dalam jumlah banyak.

TELENTANG.

Ini posisi umum tidur (bayi usia 0-3 bulan). Dia belum mampu berguling dan posisi ini terbukti paling aman. Sejak dikampanyekan tahun 1994 di Amerika agar bayi ditidurkan telentang, kematian bayi akibat SIDS berkurang sampai 50%.

Dipilih jika: Ingin memperkecil risiko SIDS dan bayi tidak sering gumoh.

Setelah mengetahu posisi tidur bayi yang baik, saya akan memberikan sedikit tips untuk orang tua ketika menidurkan bayinya:

Pertama, menghentikan penggunaan bantal dan guling yang terlalu banyak. Bantal hanya digunakan untuk mengganjal punggung atau tengkuk bayi saat tidur.

Kedua, tidak meletakkan bantal, guling, alat penyaman, atau selimut di bawah punggung bayi saat digendong atau saat berada di atas ayunan.

Ketiga, posisikan bayi tidur telentang dengan letak punggung yang datar pada malam hari, guna mengurangi risiko sindrom kematian bayi secara tiba-tiba (SIDS).

Keempat, hidupkan musik yang dapat membantu perkembangan otak anak seperti musik klasik dan musik lain yang dapat meningkatkan daya kembang otak bayi sejak dini. Bagi para orang tua yang beragama muslim, selain musik klasik bisa menyetel murrotal qur’an yang bisa membiasakan bayi mendengar ayat suci al qur’an sehingga dapat tumbuh menjadi anak yang soleh dan solehah.

Demikian tulisan mengenai posisi tidur bayi yang baik dan tips menidurkan bayi agar terhindar dari resiko negatif jangka panjang. Semoga bermanfaat dan membantu para orang tua sekalian dalam menentukan posisi tidur bayi yang baik. Salam hangat.

Posisi Tidur Bayi Yang Baik



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


1 × 4 =

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>