Merlion Park, Wisata Andalan Singapura

By | December 6, 2012

Merlion Park, Wisata Andalan Singapura – Kali ini saya akan membahas tentang tempat wisata negara tetangga kita, Singapura. Pengalaman jalan-jalan kesana sungguh menarik karena saya baru berasa ada di Luar Negeri setelah masuk ke Singapura (Udah beberapa bulan di Malaysia berasa di Indonesia). Mengapa saya katakan demikian? Hmhmhmmm… Alesannya memang karena di Singapura udah jauh lebih baik daripada Indonesia dan Malaysia. Mulai dari transportasi, tingkat pendapatan perkapita, teknologi, kebersihan dan lainnya. Pertama sampai disana, saya dan teman saya (iman) berkata “ini baru luar negeri sob”. hahahaaa. Kalo inget masa itu lucu juga, berasa jadi orang katro’ selama seahari.

Kali ini saya ingin membahas tentang Merlion Park, sedikit kita lihat sejarah Merlion Park yang saya kutip dari wikipedia.

Merlion atau Singa laut adalah patung yang berkepala singa dengan badan seperti ikan. Namanya merupakan gabungan dari ikan duyung dan singa. Merlion dirancang oleh Fraser Brunner untuk Badan Pariwisata Singapura (STB) pada 1964 dan dipergunakan sebagai logonya hingga 1997. Perdana Menteri saat itu, Lee Kuan Yew, meresmikan upacara pemasangan Merlion di Singapura pada 15 September 1972. Merlion tetap menjadi lambang merek dagangnya hingga sekarang. Ia juga seringkali muncul dalam suvenir yang disetujui oleh STB. Patung asli Merlion berdiri di mulut Sungai Singapura sementara sebuah replika yang lebih tinggi dapat ditemukan di Pulau Sentosa.

Merlion Park, Wisata Andalan Singapura

Sekarang udah tau sedikit sejarah tentang Merlion Park. Lanjut ceritanya, saya dan teman-teman berangkat dari Johor Bahru, Malaysia pada pukul 09.00 waktu Malaysia. Sibuk tuker-tuker uang Ringgit ke Dolar Singapura sebelum berangkat, maklum buat persiapan kalo laper disana. Kami berangkat menggunakan Bus dari Halte Jusco dan berhenti di Imigrasi Malaysia menuju Singapura. Setelah sampai di Singapura, kami menyambung perjalanan menggunakan kereta. Hmhmhmm. Keretanya jauh banget bedanya dengan kereta yang sering saya gunakan semasa di Indonesia (Limex Sriwijaya, Lampung – Palembang hehhehe :))

Orang-orang yang menggunakan transportasi ini semuanya bergerak cepat, seolah saling kejar-kejaran satu sama lain. Yaaa… mungkin karena mereka rata-rata berbisnis dan tidak ingin ketinggalan waktu. Sedikit tips ketika berjalan di eskalator gunakan jalur kiri jika kita tidak tergesa-gesa, karena jalur kanan merupakan jalur ‘khusus’ untuk orang-orang yang berjalan cepat.

Selang beberapa waktu kami sampai juga di Merlion Park dengan keadaan yang senang namun agak sedikit lapar. hehehee. Sampai disana kami berfoto-foto ria dan ‘menjarah’ makanan yang dibawa oleh beberapa teman. Sungguh nikmat. Meskipun ramai sekali tempat ini masih dalam kondisi bersih dan rapih. Hebatttt…. Orang-orang disini sadar akan kebersihan, tapi dalam hati pasti karena denda yang mahal banget deh kenapa disini bisa bersih. hehehee Larangan merok*k pun banyak di tempel disana karena itu adalah tempat umum, jadi gak boleh ngerok*k, nanti kena denda. Dikit… dikit… denda nih Singapura 🙂

Ya udah deh, udah dulu ceritanya, biarkan foto yang berbicara 🙂

Bus Dari Malaysia

Bus Dari Malaysia

Kereta di Singapura

Kereta di Singapura

Panah Menuju Merlion Park

Panah Menuju Merlion Park

Foto dengan Singa Kecil

Foto dengan Singa Kecil

Hmhmhmmm… Perhatikan foto-foto yang ada di bawah ini, untuk 1 foto saya yang sukses mesti foto sampai 4 kali karena disana lagi ramai-ramainya. Heheheee

Iqbal Parabi Merlion Park

Iqbal Parabi Merlion Park (Success)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Iqbal Parabi Merlion Park (Failed)

Sampai kering gigi ini rasanya senyum terus 🙂

Oke, sampai disini dulu cerita saya di Merlion Park Singapura. Sampai jumpa di tulisan berikutnya. terimkasih.

 



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.