Kenali Standar Air Minum yang Layak Dikonsumsi Tubuh

By | July 16, 2014

“Air Sumber Kehidupan”, mungkin kalimat tersebut sudah sering pembaca dengar dikehidupan sehari-hari, baik melalui media cetak maupun online. Mengapa dikatakan sebagai sumber kehidupan? Ya, dengan air, manusia, hewan, tumbuhan dan makhluk hidup lainnya dapat tumbuh dan berkembang. Menurut Guthrie (1986), Tubuh manusia dapat bertahan hidup sampai 30 hari tanpa makanan, tetapi hanya dapat bertahan beberapa hari tanpa air. Waktu terpanjang seseorang dapat bertahan hidup tanpa air adalah 17 hari, meskipun batas waktu yang paling sering dapat bertahan hidup tanpa air sekitar 2-3 hari. Hal tersebut menandakan bahwa tubuh tidak akan dapat bertahan tanpa adanya air yang cukup.

Williams (1988) menambahkan argumen Guthrie tentang pentingnya air bagi tubuh bahwa dari ke-enam kelas utama zat gizi (karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral dan air), air adalah zat gizi yang paling penting. Air memang tidak menghasilkan energi, namun zat gizi lainnya yang essensial bagi tubuh hanya dapat digunakan oleh tubuh manusia apabila zat gizi tersebut bereaksi dengan air.

Pernyataan Williams tersebut dapat kita artikan bahwa seseorang yang telah mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung karbohidrat, protein dan vitamin seperti nasi, daging, telur, ikan, sayur dan lainnya tidak dapat diserap dengan baik oleh tubuh karena tidak adanya air yang cukup untuk bereaksi dan menghasilkan zat gizi yang berguna. Oleh karena itu, konsumsi air minum setiap hari sangat dianjurkan agar tubuh tetap sehat.

Fakta Air dan Tubuh Manusia

Beberapa fakta menarik tentang air dan tubuh manusia adalah sebagai berikut. Tubuh manusia dewasa terdiri dari 60% air. Komposisinya dibagi menjadi zona yang berbeda, yaitu:

  • Di dalam sel-sel
  • Di luar sel-sel
  • Di dalam ruang antar sel-sel
  • Di dalam darah dan cairan lain dari tubuh

kandungan air dalam tubuhJumlah air yang terkandung di dalam tubuh juga tergantung pada usia seseorang. Pada bayi, kandungan air (75%) lebih tinggi dibandingkan orang dewasa. Persentase air ini berkurang pada orang tua sampai 50%. Kandungan air juga bervariasi tergantung komposisi tubuh (ramping atau lebar). Otot-otot mengandung lebih banyak air dibandingkan lemak tubuh. Orang yang memiliki tubuh gemuk mengandung air sekitar 40% karena komposisi lemak tubuhnya tinggi. Berbeda dengan atlet yang kandungan airnya bisa mencapai 70% karena banyaknya otot di bagian tubuhnya.

Jika dibandingkan berdasarkan jenis kelamin, maka laki-laki rata-rata mengandung air lebih besar dibandingkan perempuan. Pada laki-laki, rata-rata mengandung sekitar 60% air dari bobot badannya, sedangkan perempuan hanya sekitar 50%.

Organ-organ utama manusia juga mengandung tingkat air yang berbeda-beda. Otak (73%), paru-paru (83%), kulit (64%), jantung (73%), hati (71%) dan ginjal (79%) kesemuanya mengandung jumlah air yg lebih tinggi dibandingkan tulang (31%).

Fungsi Air Bagi Tubuh

Air memiliki banyak fungsi bagi tubuh, berikut beberapa fungsi air bagi tubuh:

  • Membentuk cairan darah yang membawa zat-zat gizi, sisa buangan tubuh, oksigen, dan sel imun ke seluruh tubuh.
  • Mempertahankan volume darah.
  • Berpartisipasi pada banyak reaksi metabolisme dalam tubuh.
  • Berperan sebagai pelarut untuk protein, glukosa, vitamin, mineral, dan banyak molekul-molekul kecil lain, yang memungkinkannya berpartisipasi dalam reaksi-reaksi metabolisme.
  • Mencegah penyakit jantungg dengan terbiasa minum air putih lebih dari 5 gelas pada setiap harinya mengalami penurunan risiko sebesar 41 persen akibat penyakit jantung.
  • Mencegah penyakit batu ginjal yang disebabkan garam dimana air mampu melarutkan garam dan dapat keluar melalui air seni.
  • Membentuk cairan keringat yang sangat penting untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
  • Membawa panas dari bagian dalam tubuh ke permukaan kulit yang penting untuk mempertahankan suhu tubuh normal.
  • Merupakan bagian dari pelumas persendian.
  • Merupakan bagian dari cairan sumsum tulang dan cairan dalam mata.
  • Bagi ibu hamil, merupakan bagian cairan amnionik dalam kandunganrahim.

Banyak sekali fungsi air bagi tubuh. Namun hati-hati mengkonsumsi air minum yang tidak memenuhi standar air minum layak konsumsi. Bisa menimbulkan penyakit diare, bahkan dapat berdampak pada kematian. Diare bisa disebabkan dari kuman atau bakteri yang terdapat pada air tidak layak konsumsi. Seseorang yang menderita diare akan banyak kehilangan cairan tubuh.

Jangan menganggap enteng penyakit diare, kekurangan cairan yang disebabkan karena terlalu banyak kandungan air yang keluar melalui feses dapat membuat fisik lemah. Jika tidak mau banyak minum, cairan di dalam tubuh akan terus berkurang dan apabila berlangsung dalam jangka waktu yang panjang dapat berakibat fatal, kematian. Oleh karena itu, kenali syarat air minum yang layak dikonsumsi agar kita terhindar dari bahaya penyakit dan kematian.

Air-Bersih

Air Minum Bersih dan Sehat (Sumber Gambar: @PureitIndonesia)

Standar Air Minum di Indonesia

Standar air minum yang digunakan di Indonesia berdasarkan Permenkes no. 492/ MENKES/ PES/ IV/ 2010 dan sama seperti yang digunakan oleh WHO. Air dianggap layak minum apabila memenuhi persyaratan fisik, mikrobiologis, kimiawi, dan radioaktif.

1. Fisik

  • Tidak berwarna/jernih
  • Tidak berbau
  • Rasa alami

2. Mikrobiologis

Tidak mengandung kuman berbahaya seperti bakteri E Coli dan Coliform.

3. Kimiawi

  • TDS < 500. Total dissolved solid atau kandungan mineral yang terlarut di dalam air lebih kecil dari 500. Tubuh kita memerlukan mineral yang berguna bagi tubuh. Namun mineral tersebut tidak boleh melebihi batas yang diatur oleh pemerintah.
  • pH 6,5-8,5. Kadar keasaman air yang baik adalah antara 6,5 sampai 8,5.
  • Bebas zat kimia beracun
  • Tidak mengandung logam berat
  • Tidak mengandung pestisida

4. Radioaktif

Tidak mengandung bahan radioaktif.

Itulah syarat-syarat yang harus dipenuhi agar air minum yang kita konsumsi dapat membawa manfaat bagi tubuh. Namun, saat ini tidak semua orang di Indonesia dapat menikmati air minum layak konsumsi dengan mudah. Dibutuhkan usaha ekstra dan biaya cukup tinggi untuk mendapatkan air bersih yang layak dikonsumsi. Terjadi krisis air bersih di beberapa daerah di Indonesia.

Krisis Air Bersih di Indonesia

antre-air-bersih

Antre Air Bersih (Sumber Gambar: Antara)

Begitu banyak fungsi air bagi tubuh manusia, namun tahukah pembaca bahwa sebagian daerah di Indonesia saat ini mengalami krisis air bersih? Hal tersebut dapat terjadi karena berbagai faktor, salah satunya faktor lingkungan. Lingkungan yang buruk dapat mempengaruhi kemurnian air.

Sebut saja Jakarta yang merupakan Ibukota Republik Indonesia, seringkali kita mendengar berita melalui media cetak maupun online bahwa krisis air bersih melanda Jakarta. Hal tersebut disebabkan karena terlalu banyak eksploitasi lahan-lahan subur yang diubah menjadi gedung-gedung tinggi sehingga menghasilkan banyak limbah cair yang mampu mencemari air bersih yang tersedia di dalam tanah.

Pertumbuhan penduduk yang begitu cepat namun tidak diimbangi dengan prilaku masyarakat yang sadar akan kebersihan lingkungan dengan tidak membuah sampah ke aliran air menambah parah pencemaran air bersih di Ibukota.

Selain faktor lingkungan, faktor alam juga dapat ‘menggangu’ kemurnian air. Sebagai contoh daerah Duri, Riau yang terkenal dengan hasil minyak buminya. Di daerah tersebut sangat sulit mendapatkan air bersih karena air yang ada di dalam tanah tercampur dengan minyak bumi.

Cadangan minyak bumi yang melimpah tersebut ternyata memiliki dampak negatif bagi persediaan air bersih. Warga kesulitan mendapatkan air bersih dari tanah karena bercampur minyak maupun dari sungai yang kadar asamnya tinggi. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut maka warga menyiasatinya dengan menampung air hujan, namun di musim kemarau warga pun terpaksa untuk membeli air bersih yang harganya dapat terbilang mahal.

Solusi Air Bersih Layak Konsumsi

1. Menjaga Keseimbangan Alam

Keseimbangan-Alam

Ilustrasi Keseimbangan Alam (Sumber Gambar: Hijauku.com)

Alam yang seimbang mampu memberikan manfaat yang sangat banyak bagi manusia, salah satunya air bersih yang layak dikonsumsi. Perubahan lahan hijau menjadi daerah perkantoran maupun permukiman penduduk membuat keseimbangan alam terganggu jika tidak diatur dengan baik. Pembangunan memang baik, namun harus tetap menjaga keseimbangan alam. Misalnya dengan memperhatikan sanitasi yang baik dan mempertahankan daerah hijau sehingga resapan dan penyulingan air di dalam tanah agar alam dapat tetap seimbang dan memberikan manfaat bagi kita.

2. Meningkatkan Kesadaran Masyarakat

Sadar-Lingkungan

Ilustrasi Sadar Lingkungan (Sumber Gambar: Okezone)

Kesadaran akan lingkungan sehat saat ini terbilang cukup langka, hanya segelintir orang yang masih giat menggalakkan hidup bersih dan sehat. Faktanya air sungai di berbagai daerah di Indonesia kini sudah banyak berubah warna. Zaman dulu, air sungai Ciliwung di Jakarta dapat kita liat kejernihannya, namun sekarang justru berubah layaknya air’ kopi’ yang berwarna hitam dan memiliki bau yang tidak sedap. Jika kesadaran masyarakat belum bisa ditingkatkan, maka akan sangat tidak mungkin dapat menikmati air bersih yang layak untuk dikonsumsi. Dengan tidak membuang sampah ke aliran air dan menggunakan pola hidup sehat dan seimbang akan memberikan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat itu sendiri.

3. Menggunakan Teknologi Pemurnian Air Minum

Pemurnian-Air

Ilustrasi Pemurnian Air (Sumber Gambar: Google Image)

Jika situasi dan kondisi memang tidak memungkinkan untuk menikmati air bersih yang layak konsumsi, teknologi pemurnian air dapat menjadi salah satu solusi yang paling efektif dan efisien. Misalnya daerah Riau yang memang sulit mendapatkan air bersih layak konsumsi karena memang air tercampur dengan minyak bumi atau mineral lainnya. Itu sudah faktor alam dan sangat sulit untuk dirubah. Begitu juga dengan kota-kota besar yang sulit mendapatkan air bersih karena memang sudah terlanjur membangun gedung-gedung tinggi dan merubah lahan hijau tanpa perhitungan yang baik dan merusak lingkungan, akan sangat sulit merubah  kondisi dan perilaku masyarakat yang ada saat ini. Pemurnian air bisa menjadi solusi mendapatkan air layak konsumsi.

Air yang ada dapat kita manfaatkan dengan mengubah air tidak layak konsumsi menjadi air layak konsumsi menggunakan teknologi pemurnian air. Unilever merupakan salah satu perusahaan yang konsen terhadap teknologi pemurnian air menghasilkan produk pemurni air yang yang disebut Pureit Marvela.

Pureit Marvella adalah pemurni air berteknologi UV yang dapat mengubah air keran menjadi air minum. Pureit Marvella sangat cocok untuk masyarakat yang memang memiliki kendala air bersih. Untuk daerah perkotaan yang banyak terdapat masyarakat dengan gaya hidup modern yang menyukai kepraktisan, dapat menggunakan produk ini.

Keunggulan Pureit Marvella

  • Terlindung dari Kuman Berbahaya
    Pureit Marvella sudah memenuhi kriteria ketat EPA (Environmental Protection Agency) Amerika Serikat dan juga sudah teruji di Scottish Parasite Diagnostic Laboratory Glasgow Inggris, London School of Hygiene and Tropical Medicine, dan Unilever Laboratory.
  • Praktis dan Nyaman
    Pureit Marvella terhubung langsung ke pipa air dengan sistem autofill atau pengisian otomatis, sehingga sangat praktis dan nyaman tanpa harus melakukan pengisian ulang.
  • Hemat
    Perbandingan-Pureit
    Penghematan per tahun jika memakai Pureit Marvella sebesar Rp 225.000,- sampai Rp 1.750.000,-

Fitur Unik Pureit Marvella

  • Advance Alert System
    Memberi petunjuk 150 liter sebelum filter GKK habis (estimasi sekitar 15 hari untuk pemakaian 5 orang). Asumsi 2 liter/ orang/hari.
  • Auto shut off
    Menghentikan aliran air ketika lampu UV atau komponen penting lain dalam Pureit Marvella tidak berfungsi.
  • Kapasitas Penyimpanan 4 Liter
    Dengan kapasitas penyimpanan yang banyak, dapat memenuhi kebutuhan keluarga dengan baik.
  • Perlindungan fluktuasi tegangan listrik
    Untuk mencegah kerusakan akibat perubahan tegangan yang tiba-tiba. Daerah-daerah yang memiliki tegangan listrik tidak stabil tidak perlu khawatir karena Pureit telah menyediakan fitur ini.

Penggunaan teknologi pemurnian air ini terbilang baru, masih dibutuhkan pemahaman yang kuat kepada masyarakat untuk dapat beralih dari air minum yang secara tradisional dimasak ke air hasil pemurnian. ‘Doktrin’ tentang air yang direbus akan lebih layak diminum ketimbang air mentah yang diproses menjadi air layak konsumsi masih sangat tinggi karena secara turun temurun masyarakat melakukan hal tersebut. Padahal air yang dimasak juga belum tentu memenuhi standar kelayakan air minum layak konsumsi seperti yang telah disebutkan di awal. Buktinya, bahan-bahan metal atau logam yang terkandung di dalam air mentah tidak larut atau hilang jika direbus menggunakan api.

Sedangkan pada teknologi yang digunakan oleh pemurni air sudah menjamin bahwa kandungan logam, mineral dan kuman dapat disuling dan dimurnikan dengan maksimal. Itu dibuktikan dengan uji laboratorium di institusi-institusi ternama di dunia. Pureit telah mendapatkan sertifikasi dan lulus uji EPA ( Environmental Protection Agency) oleh banyak institusi Internasional. Salah satu institusi ternama di Indonesia (ITB) pun telah melakukan pengujian terhadap air hasil pemurnian Pureit. Kebetulan almamater saya pun dari ITB dan saya sangat yakin dengan hasil pengujian tersebut. Selain ITB, ada banyak lagi institusi yang telah melakukan pengujian terhadap hasil pemurnian air minum yang dihasilkan Pureit, pembaca dapat melihat langsung di website resmi Pureit Indonesia.

Sertifikat Global Pureit

Sertifikat-Pureit

(Sumber Gambar : PureitIndonesia)

Teknologi Pureit Marvella dengan 4 Tahap Pemurnian

Teknologi-Pureit-Marvella

Teknologi Pureit Marvella – 4 Tahap Pemurnian (Sumber Gambar: PuritIndonesia)

  1. Filter Sedimen
    Menghilangkan kotoran yang terlihat
  2. Filter Karbon Aktif
    Menghilangkan parasit, pestisida, klorin, rasa dan bau
  3. Filter Sedimen Plus
    Menghilangkan partikel karbon dan sisa kotoran
  4. Sinar UV Intensitas tinggi
    Menghilangkan kuman, parasit, dan bakteri berbahaya

Merubah cara pandang masyarakat akan tekonologi pemurnian air memang masih sulit, namun saya mungkin dapat sedikit memberikan masukan atas terjadinya deadlock ini. Masyarakat berpikir air yang dimasak sudah bebas dari kuman dan bahan lainnya yang terkandung di dalam air dan layak untuk dikonsumsi. Namun ternyata, air yang dimasak belum tentu layak konsumsi karena logam yang terkandung di dalam air tidak dapat larut atau hilang jika dimasak. Sedangkan teknologi pemurnian air dapat melakukan penyulingan bahan logam, kuman atau kandungan lain sehingga layak dikonsumsi.

Saya rasa kedua metode ini dapat digabungkan sehingga menghasilkan air minum yang benar-benar layak untuk dikonsumsi. Caranya dengan tetap merebus air hasil olahan teknologi pemurnian air untuk memenuhi ‘dahaga’ mindset bagi masyarakat yang memegang teguh air rebus layak untuk dikonsumsi. Pandangan untuk tetap melakukan perebusan air memang sulit untuk dirubah. Saya rasa solusi dengan tetap merebus air hasil olahan teknologi pemurnian air dapat menjawab ketersinggungan 2 metode yang berbeda. Meskipun begitu, saya termasuk ‘golongan’ masyarakat yang dapat menerima teknologi pemurnian air minum tanpa dimasak terlebih dahulu karena memang sudah terbukti dari hasil uji laboratorium.

Nah, itulah sedikit penjabaran dari saya tentang Pengenalan Standar Air Minum yang Layak Dikonsumsi yang saya tulis di dalam blog pribadi saya yang sederhana ini. Semoga bermanfat dan menginspirasi pembaca sekalian. Sekian dan terimakasih.

Referensi:

  1. http://www.pureitwater.com/ID/
  2. http://www.who.int/en/
  3. Guthrie HA. 1986. Introductory Nutrition. Sixth Edition. Toronto : Times Mirror/Mosby College Publishing.
  4. Williams MH. 1988. Nutrition for fitness and sport. Second edition. Iowa : Wm. C. Brown Publishers.
  5. Permenkes no. 492/ MENKES/ PES/ IV/ 2010
  6. http://hadiriyadi.blogspot.com
  7. https://twitter.com/PureitIndonesia


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.