Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat

By | July 3, 2013

Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat – Memiliki seorang anak merupakan dambaan setiap pasangan suami istri. Seorang anak akan menjadi hal-hal yang dinantikan setiap pasangan yang baru menikah. Bukan hanya pasangan yang baru menikah, pasangan yang sudah menikah dan telah mempunyai anak pun masih tetap menginginkan kehadiran anak. Apalagi kalo anaknya baru satu, pasti pasangan yang telah menikah menginginkan anak satu lagi untuk meraaikan suasana rumah tangga. Keinginan mempunyai anak juga harus mengikuti saran dari pemerintah yaitu dua anak cukup. Hal ini dimaksudkan agar pasangan suami istri dapat memberikan hak dan kewajiban seorang anak secara baik. Setiap pasangan suami istri pasti mendambakan seorang anak yang lahir dengan sempurna. Namun, hal ini sering menjadi masalah karena bayi yang lahir tidak sesuai dengan harapan seperti bayi lahir dengan keadaan yang kurang sempurna atau cacat.

Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat

Bayi lahir dengan keadaan yang kurang sempurna atau cacat memang menjadi pukulan yang sangat kuat bagi para orangtua. Tidak ada orangtua yang menginginkan hal tersebut terjadi pada anak mereka. Banyak faktor yang dapat menyebabkan bayi lahir cacat seperti faktor usia. Usia memang menjadi masalah dalam kehamilan. Wanita yang hamil pada usia yang tidak muda lagi rentan terkena resiko bayi lahir cacat. Kebiasaan gaya hidup yang tidak baik juga dapat berpengaruh pada kesehatan janin. Selain itu juga, konsumsi obat-obatan selama masa kehamilan juga sangat berbahaya untuk kesehatan janin. Oleh karena itu, konsumsi obat-obatan harus sesuai dengan anjuran dokter. Cacat pada bayi bisa jadi karena cacat bawaan seperti bayi lahir dengan bibir sumbing, dan neural tube defect ( NTD) atau cacat bawaan pada syaraf sum-sum tulang belakang.

Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat

Untuk mengetahui bayi yang dikandung mengalami cacat atau tidak memang sedikit sulit. Apabila bayi lahir dengan cacat fisik maka bisa dengan mudah untuk dideteksi. Tes yang dapat dilakukan adalah dengan empat cara yaitu Tes APGAR, Pengukuran fisik, pemeriksaan darah, dan pemeriksaan bilikrubin. Pencegahan bayi lahir cacat harus dilakukan sejenak dini untuk mencegah lahirnya bayi cacat. Berikut ini ada beberapa informasi mengenai Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat.

1. Konsumsi Makanan Sehat

Untuk mencegah terjadinya bayi lahir cacat yaitu dengan mengkonsumsi makanan sehat yang mengandung asam folat. Asam folat berperan penting untuk pertumbuhan janin. Asam folat bisa didapatkan dari jenis makanan seperti sayuran hijau, kacang-kacangan, buah-buahan, dan biji-bijian.

2. Pemeriksaan

Masa-masa awal kehamilan memang masa-masa yang cukup rentan. Oleh karena itu pemeriksaan dengan menggunakan USG (ultrasonografi) harus dilakukan sejak dini untuk mendeteksi apakah terdapat kelainan pada bayi. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kelainan pada janin sehingga dokter dan orangtua dapat melakukan tindakan yang diperlukan untuk janin.

3. Pola Makan Sehat

Biasanya diawal-awal kehamilan calon ibu akan merasakan mual dan muntah. Ini akan membuat calon ibu menjadi malas makan. Akibat dari malas makan maka si calon ibu akan mengalmai kekurangan protein dan vitamin baik lainnya. Oleh karena itu calon ibu harus pintar-pintar mengatur pola makan sehat untuk kesehatan ibu dan janin.

4. Gaya Hidup

Gaya hidup yang tidak baik untuk kesehatan janin sebaiknya ditinggalkan. Gaya hidup seperti kebiasaan mer*k*k,  menggunakan kosmetik dengan yang mengandung bahan kimia, dan hal lainnya sebaiknya ditinggalkan selama masa kehamilan.
Demikianlah informasi mengenai Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat. Semoga dapat bermanfaat untuk para calon orangtua.

Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat



One thought on “Cara Mengurangi Resiko Bayi Lahir Cacat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.