“ANGKARAB”, Mengenal Angka Arab – Video Pembelajaran Berbasis Multimedia

By | December 28, 2014

Salam hangat pembaca setia blog iqbalparabi.com, kali ini saya akan berbagi tulisan mengenai Video Pembelajaran berbasis Multimedia. Video ini merupakan salah satu tugas akhir (UAS) yang saya buat ketika mengambil mata kuliah IF5148 Pembelajaran Multimedia di Magister Teknik Informatika ITB pada tahun 2014. Untuk menyusun video pembelajaran berbasis multimedia, kita harus memahami terlebih dahulu prinsip-prinsip multimedia. Merujuk dari sumber buku yang dijadikan referensi mata kuliah ini yang berjudul, “E-Learning and The Science of Instruction” karangan Ruth Colvin Clark dan Richard E. Mayer, disebutkan terdapat 7 prinsip-prinsip Multimedia yang harus kita aplikasikan ketika mengembangkan video pembelajaran multimedia, yaitu :

pembelajaran-multimedia

1. Applying the Multimedia Principle : Use Words and Graphics Rather Than Words Alone

Penggunaan kata-kata dan gambar tentu akan lebih disukai siswa dibandingkan menggunakan kata-kata saja. Siswa tidak bosan melihat video yang kita sajikan jika diselingi dengan gambar-gambar yang sesuai dan mampu menarik perhatian siswa. Gambar yang disajikan dapat berupa diagram, grafik, foto atau gambar dinamis seperti animasi dan video. Penggunaan kata-kata dan gambar yang disajikan secara bersamaan dapat mengkonstruksi model-model mental verbal dan piktorial dan membangun hubungan diantara keduanya.

2. Applying the Contiguity Principle : Align Words to Corresponding Graphics

Penyesuaian kata-kata yang tercetak di gambar dan penyesuaian narasi yang diucapkan dengan gambar juga sangat perlu dalam mengembangkan video pembelajaran berbasis multimedia. Prinsip keterdekatan ruang menyatakan bahwa siswa dapat belajar dengan baik saat kata-kata tercetak dan gambar-gambar yang tampil saling berdekatan dibandingkan saling berjauhan. Oleh karena itu, penulisan kata-kata juga harus diperhatikan.

3. Applying the Modality Principle : Present Word as Audio Narration Rather Than On-Screen Text

Prinsip yang ketiga disebutkan bahwa penggunaan suara narasi untuk menggambarkan kata-kata yang berkaitan dengan video pembelajaran yang dibuat lebih baik ketimbang menggunakan teks yang terdapat di layar tanpa ada suara. Jika gambar-gambar dan kata-kata sama-sama disajikan secara visual, maka saluran visual akan menderita kelebihan beban tapi saluran auditori tidak termanfaatkan. Jika kata-kata disajikan secara auditori, mereka bisa diproses dalam saluran auditor, sehingga saluran visual hanya memproses gambar.

4. Applying the Redundancy Principle : Explain Visuals with Words in Audio or Text

Prinsip redundansi menyatakan bahwa siswa belajar lebih baik dari gambar dan narasi daripada dari gambar, narasi, dan teks tercetak di layar. Redundansi sendiri berarti duplikasi informasi yang diberikan dari video yang kita sajikan. Implikasi dari prinsip ini adalah dengan tidak menambahkan teks tercetak di layar ke gambar yang sedang dinarasikan.

5. Applying the Coherence Principle : Adding Material Can Hurt Learning

Prinsip koherensi menyatakan bahwa siswa bisa belajar lebih baik jika hal-hal ekstra disisihkan dari sajian multimedia. Prinsip koherensi terbagi atas tiga versi, yaitu pembelajaran siswa terganggu jika gambar-gambar menarik namun tidak relevan ditambahkan, pembelajaran siswa terganggu jika suara dan musik menarik namun tidak relevan ditambahkan, dan pembelajaran siswa akan meningkat jika kata-kata yang tidak dibutuhkan disisihkan dari presentasi multimedia.

6. Applying the Personalization Principle : Use Conversation Style and Virtual Coaches

Prinsip personalisasi menyarankan agar pengembang multimedia menggunakan gaya percakapan non-formal dalam narasi daripada gaya formal. Gaya percakapan di antaranya dicapai dengan menggunakan bahasa orang pertama dan orang kedua serta dengan suara manusia yang ramah dan mudah dicerna oleh audien. Bahkan, pengembang juga bisa menggunakan gaya percakapan yang sedang ‘in’ dikalangan siswa. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi percakapan siswa di sekolah atau lingkungan.

7. Applying the Segmenting and Partitioning Principles : Managing Complexity by Breaking a Lesson into Parts

Prinsip segmentasi menyarankan untuk memecah materi pelajaran yang besar menjadi segmen-segmen yang kecil. Saat sebuah materi pembelajaran kompleks, materi itu perlu dibuat menjadi sederhana dengan dibagi-bagi menjadi beberapa bagian yang dapat diatur kemunculannya.

Ketujuh prinsip di atas akan sangat berguna jika diterapkan pada saat pengembangan multimedia. Pesan yang disampaikan dari media pembelajaran berbasis multimedia akan mudah diserap oleh siswa. Pada tugas akhir (UAS) mata kuliah Pembelajaran Multimedia kami ditugaskan untuk membuat sebuah video pembelajaran yang diperuntukkan bagi siswa sekolah dasar (SD) yang ada di pelosok. Mengingat gadget dan internet sudah mulai masuk ke daerah-daerah membuat anak-anak SD sudah paham bermain gadget, namun untuk pemanfaatan sebagai media pembelajaran masih kurang tepat.

Ide video yang saya kembangkan adalah mengenalkan angka Arab kepada siswa sekolah dasar. Setelah mereka kenal akan diajak untuk membuat atau menulis angka Arab. Hal tersebut sejalan dengan Bloom Taxonomy tingkat atas dimana siswa tidak hanya menghapal (REMEMBERING), namun bisa membuat (CREATING) seperti yang diajarkan di video pembelajaran.

angkarab

Video pembelajaran ini mengisahkan seorang kakak (Zaki) yang sedang mengajarkan adiknya (Hana) mengenal angka Arab. Latarnya berada di Sekolah Alfarabi, tepatnya di ruang belajar. Zaki mengajarkan kepada Hana angka 1 sampai 3.

Video pembelajaran ini dikembangkan menggunakan software Adobe Flash 8. Manipulasi gambar menggunakan Adobe Photoshop CS 4. Untuk desain karakter menggunakan salah satu manga creator (faceyourmanga.com) berbasis online. Suara diambil menggunakan perekam telepon selular dan dimanipulasi menggunakan software WavePad Sound Editor. Audible diambil dari sounddible.com yang menyediakan sound secara legal dan open source.

Video pembelajaran ini diberi judul “Angkarab” yang merupakan singkatan dari “Angka Arab”. Keterbatasan durasi waktu yang diberikan dosen (3-5 menit) membuat video ini dibuat menjadi beberapa bagian. Saat ini merupakan bagian pertama, yaitu mengenal angka Arab dari 1 – 3. Tidak menutup kemungkinan bagian-bagian berikutnya dapat dikembangkan (angka 1 – 10). Semoga video pembelajaran ini bermanfaat, selamat menyaksikan dan terus berkarya.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload the CAPTCHA.